Polio atau disebut poliomyelitis adalah virus yang menyerang anak-anak
dan dewasa melalui mulut yang dapat membuat pincang hingga meninggal.
Penyebarannya dari kontak dengan tinja dari penderita. Polio disebabkan
virus polio yang tergolong dalam Picornavirus. Suatu mikroorganisme
berukuran kecil, namun dapat melumpuhkan tubuh. Poliomyelitis termasuk
penyakit infeksi akut yang dalam bentuk beratnya menyerang susunan saraf
pusat. Perusakan neuron motor dalam sumsum tulang belakang menimbulkan
kelumpuhan lemas. Namun, sebagian besar infeksi poliovirus bersifat
subklinik.
Penyakit polio dibedakan menjadi 3 jenis, maka masing – masing dari jenis penyakit polio tersebut memiliki gejala / tanda – tanda sendiri.
Virus ini disebarkan melalui rute orofecal (melalui makanan dan minuman) yang sudah terkontaminasi virus yang berasal dari feses penderita polio atau melalui percikan ludah. Penyebaran utamanya melalui kontak dengan manusia. Mulut adalah tempat masuknya virus, dan perkembangbiakan pertama terjadi di orofaring atau usus.
Read More
Penyakit polio dibedakan menjadi 3 jenis, maka masing – masing dari jenis penyakit polio tersebut memiliki gejala / tanda – tanda sendiri.
- Polio non-paralisis: Polio non-paralisis menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh.
- Polio paralisis spinal: Strain poliovirus ini menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Pada penderita yang tidak memiliki kekebalan atau belum divaksinasi, virus ini biasanya akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Namun penderita yang sudah memiliki kekebalan biasanya terjadi kelumpuhan pada kaki.
- Polio bulbar: Polio jenis ini disebabkan oleh tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengandung syaraf motorik yang mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai syaraf yang mengontrol pergerakan bola mata; saraf trigeminal dan saraf muka yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka; saraf auditori yang mengatur pendengaran; saraf glossofaringeal yang membantu proses menelan dan berbagai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher. Sudah bisa dibayangkan jenis polio ini menyebabkan kematian.
Virus ini disebarkan melalui rute orofecal (melalui makanan dan minuman) yang sudah terkontaminasi virus yang berasal dari feses penderita polio atau melalui percikan ludah. Penyebaran utamanya melalui kontak dengan manusia. Mulut adalah tempat masuknya virus, dan perkembangbiakan pertama terjadi di orofaring atau usus.




